Berbelanja di Cibaduyut


Selasa, 22 Februari 2011




Setelah menginap selama 3 malam di hotel Pesona Bamboe, kami akhirnya harus meninggalkan tempat yang asri ini dan yang tak tak terlupakan. Pagi ini embun menghiasi kaca jendela hotel. Aku terbangun dan mengigil. Dengan semangat aku menikmati air panas dari shower di kamar mandi. Satu persatu dari kami menikmati sarapan lagi-lagi di buffet hotel. Sekitar pukul 7.30 kami menikmati sarapan lagi-lagi buffet hotel selesai itu, beberapa dari kami lalu berkumpul di depan halaman hotel sambil bercanda tawa dan bermain ditemani angin pegunungan yang sejuk. Pak Alfan lalu menyuruh kami mengumpulkan koper di lapangan parkir untuk dimasukkan ke dalam bus. Rencananya Pak Alfan akan menggunakan 1 bus untuk membawa koper kami ke hotel Naripan di Bandung.
Sambil menunggu pak Alfan kembali ke Lembang, kami lalu berkumpul di gazebo yang menghadap ke depan kolam renang. Beberapa siswa duduk di ayunan yang dekat gazebo. Beberapa siswa lalu ditugaskan untuk memeriksa setiap kamar, memastikan tidak ada barang yang tertinggal. Dengan hijaunya rumput disekitar kami, Pak Calvin lalu melakukan briefing, suaranya yang khas lalu memberi ceramah layaknya guru yang perlu menasehati murid-muridnya. Namun memang dasar Pak Calvin yang imut selalu bercanda di tengah pembicaraannya. Meskipun kami menunggu lama, kami tidak merasa bosan, dengan pohon dan bunga di sekitar sini, hotel  ini menyajikan pemandangan indah untuk menemani kami bersantai.
Setelah 2 jam, Pak Alfan lalu tiba. Kami pun berangkat ke Bandung meninggalkan Lembang di belakang. Kami mulai memasuki kota Bandung. Melewati Jl. Asia-Afrika, kami menuju daerah Cibaduyut lorong kecil dengan rumah penduduk kumuh pun kami lewati pertama kali berada di Jl. Cibaduyut Raya deretan ruko dengan berbagai sepatu dan tas yang terpampang seakan dapat menenggelamkan kami, jutaan tas dan sepatu tinggal di jalan ini. Kami berhenti di salah satu parkiran milik salah satu toko terbesar di Cibaduyut. Lorong kecil dengan rumah penduduk kumuh pun kami lewati pertama kali berada di Jl. Cibaduyut Raya deretan ruko dengan berbagai sepatu dan tas yg terpampang seakan dapat menenggelamkan kami, jutaan tas dan sepatu tinggal di jalan ini. Kami berhenti di salah satu parkiran milik salah satu toko terbesar di Cibaduyut. Toko Grutty memiliki sekitar 4 toko disekitar jalan. Bukan hanya tas dan sepatu, di sini terdapat juga banyak toko yang menjual pakaian. Mulai dari kaos biasa, baju muslim, batik, bahkan terusan, tali pinggang, dompet dan boneka juga ada. Setelah kami tiba, setiap siswa diberi kupon diskon 30% yang dapat digunakan untuk pembelanjaan merk Grutty. Suhu disini tidak sesejuk di Lembang. Namun dibandingkan Medan, perkotaan Bandung di bawah terik matahari siangnya, masih bertiup angin yang dapat mengurangi panas hari.
Belanja pun dimulai. Harga yang ditawarkan juga bervariasi, dari puluhan ribu sampai ratusan ribu. Kualitas kulit juga beragam, dari kulit sintetis sampai kulit asli untuk sepatu namun tas yang ditawarkan rata-rata terbuat dari sintetis. Bukan Indonesia namanya kalau tidak ada pedagang kaki lima di keramaian seperti ini. Maka para pedagang makanan dan pernak-pernik juga ikut meramaikan.
Setelah menelusuri jalanan, sebuah toko menarik perhatian saya, karena desain tokonya yang bagus. Ternyata toko tersebut merupakan toko yang menjual produk hasil produksi sendiri. Dengan modal yang bagus, merek tersebut mampu menjual dengan harga terjangkau dibandingkan produk import. Setelah berjalan lagi, toko-toko dengan produk hasil anak Bandung pun ternyata bukan hanya 1, namun berpuluhan toko menjual dan memproduksi produk mereka sendiri. Walaupun pembeli kebanyakan tergolong kalangan menengah ke bawah, namun mendapat kesempatan untuk berada di sini merupakan pengalaman unik yang tak terlupakan. Inilah akhir dari perjalanan kami menulusuri Bandung. Suasana dan atmosfer yang berbeda dari kehidupan kami di Medan tentunya memiliki tempat di memori kami. Susah dan senang kami jalani bersama di Bandung ini, semoga semuanya mendapatkan pelajaran dari perjalanan yang indah ini.

 

0 comments:

Poskan Komentar

Copyright 2009 BANDUNG. All rights reserved.
Sponsored by: Website Templates | Premium Wordpress Themes | consumer products. Distributed by: blogger template.
Bloggerized by Miss Dothy